Saturday, January 9, 2016

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (BAG-2)

Dalam artikel sebelumnya (Teknik Dasar Navigasi Darat Bagian-1) sudah diuraikan tentang jenis peta dan pembahasan awal tentang peta topografi. sebagai kelanjutannya, dalam sesi ini akan dibahas lebih detail lagi tentang Teknik Dasar Navigasi Darat


IKHTILAP
Disebut juga CONVERGENSI MERIDIAN = Penyimpangan arah utara







VARIASI MAGNETIS
Penyimpangan Ikhtilap Magnetis dalam jangka waktu tertentu akibat rotasi dan evolusi Bumi

INCREASE 
VM bertambah tiap tahunnya

DECREASE 
VM berkurang tiap tahunnya

AZIMUTH
adalah ANGKA YANG DITUNJUKKAN OLEH JARUM KOMPAS. dengan kata lain disebut SUDUT KOMPAS 

Sudut kompas/AZIMUTH, mempunyai sudut pembalik yaitu BACK AZIMUTH yang diperoleh dengan rumus :
BACK AZIMUTH = AZIMUTH + 180˚ 
jika azimuth < dari 180 maka BA = A + 180 
jika azimuth > dari 180 maka BA = A – 180

MAKSUD DAN TUJUAN AZIMUTH & BACK AZIMUTH

  • Menentukan arah perjalanan kita baik di medan sebenarnya maupun di peta sebagai cross check apakah perjalanan kita sesuai dengan rencana perjalanan yang telah ditentukan
  • Sebagai arah awal dan akhir perjalanan
  • Dengan menggunakan azimuth, resiko tersesat dapat diperkecil karena saat kembali, kita akan menggunakan arah yang sama dengan saat berangkat 


KOMPAS 
Adalah alat penunjuk arah mata angin yang bekerja berdasarkan medan magnet bumi, dimana jarum kompas selalu mengarah pada arah utara kutub magnetis bumi yang berada di sebelah utara Kanada.

JENIS KOMPAS
Jenis kompas untuk keperluan navigasi darat, dibedakan oleh 3 hal yaitu 

KEGUNAANNYA
Berdasarkan kegunaannya, dibedakan menjadi 2 yaitu 

KOMPAS ORIENTASI
yaitu jenis kompas yang kegunaannya khusus untuk melakukan orientasi peta.Kompas jenis ini sebenarnya masih dapat digunakan untuk membidik, tetapi hasil bidikannya kurang akurat. 

KOMPAS BIDIK
yaitu kompas yang penggunaannya khusus untuk menentukan Azimuth secara akurat di lapangan dan menentukan hal lain yang memerlukan pembidikan dalam Navigasi 

LINGKARAN DERAJAT

Perbedaan berdasarkan lingkaran derajat adalah cara kita melihat lingkaran derajat yang ada dalam kompas seperti pada Kompas Prisma, Kompas Lensa dan Kompas Cermin 

SISTIM KERJA
Inovasi baru di era digital untuk navigasi adalah GPS (Global Positioning System) yang bekerja berdasarkan signal yang dipancarkan oleh satelit (lebih dari 3 satelit) untuk mengetahui posisi kita serta arah perjalanan yang akan kita tempuh. 

CARA PENGGUNAAN KOMPAS 

  • Buka bagian penutup kompas (untuk kompas yang ada penutupnya)
  • Periksa bagian lensa/prisma jika ada kotoran, bersihkan sampai jarum penunjuk dan angka derajat terlihat dengan jelas Jauhkan kompas dari benda yang mengandung medan magnet (Pager, Telephone Selular, HT, benda-benda logam, Tiang listrik dll)
  • Masukkan jempol tangan pada cincin taktis (untuk kompas bidik)
  • Perhatikan posisi kompas harus selalu dalam keadaan datar permukaan air 
  • Bidik sasaran dan perhatikan 
  • SASARAN, CELAH BIDIK, GARIS BIDIK dan JARUM PENUNJUK DERAJAT SATUAN Harus berada pada satu garis lurus 
  • Tunggu hingga putaran jarum berhenti total, dan lihat angka yang ditunjukkan 
  • Catat angka tersebut kemudian cari sudut pembaliknya (back azimuth)


PERAWATAN KOMPAS 

  • Lakukan kalibrasi secara teratur (minimal 1 tahun sekali) 
  • Letakan kompas di tempat yang kering Untuk menghindari jamur pada lensa atau bagian lainnya, letakkan silicon gel pada tempat kompas agar tidak lembab 
  • Tempat pembungkus kompas sebaiknya terbuat dari kulit
  • Jangan simpan kompas di dekat peralatan listrik atau benda-benda yang mengandung magnet. 


JENIS-JENIS KOMPAS NAVIGASI DARAT
KOMPAS PRISMA  
Kompas ini awalnya digunakan oleh kalangan militer. Diproduksi oleh Inggris, kompas jenis ini memiliki tingkat akurasi bidikan yang cukup tinggi.

Jenis kompas ini bentuknya bulat dengan lingkaran derajat terbuat dari kulit kerang yang dimasukkan dalam Aquades sehingga memugkinkan lingkaran derajat brputar dengan tenang dan dapat berhenti cepat. 

KOMPAS LENSA 
Pada prinsipnya sama dengan kompas prisma, kompas ini boleh dikatakan sebagai bentuk sederhana dari kompas prisma. 

Bagian prisma diganti dengan menggunakan besi dengan lensa pembidik pada lingkaran di atasnya. 

KOMPAS ORIENTERING
Kompas jenis ini sangat praktis dan fleksible. Kompas ini haya digunakan untuk orientering / orientasi, namun dalam kondisi tertentu, jika terpaksa, kita dapar mempergunakannya sebagai kompas bidik dengan catatan hasil bidikan tidak presisi. 

GPS (Global Positioning System) 
Inovasi baru di era digital untuk navigasi adalah GPS (Global Positioning System). 

Alat ini menggunakan teknologi digital di mana cara kerjanya adalah mengirim signal dan menerima lagi pantulan signal yang dikirimnya ke 3 satelit secara acak, sehingga tingkat presisinya sangat tinggi.

GPS memiliki kelemahan. Jika berada di lembah atau di hutan yang lebat, alat ini tidak dapat digunakan. (bisa digunakan di daerah terbuka dengan luas minimal + 3 meter persegi)

ORIENTASI PETA DENGAN BANTUAN KOMPAS
Adalah cara mengarahkan peta pada posisi yang benar (menunjukkan arah utara) sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas antara keadaan di peta dengan medan sebenarnya. 

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 

  • Buka lembaran peta dan letakkan pada tempat yang datar 
  • Letakkan kompas orientering di atas peta tersebut dan sejajarkan utara kompas dengan utara peta
  • pelajari dan amati keadaan medan dengan gambaran di peta secara seksama 


Orientasi peta mutlak harus dilakukan sebelum memulai kegiatan/perjalanan, dengan tujuan agar jika terjadi perubahan pada tanda-tanda medan, kita dapat segera mengetahuinya. (misalnya tanda medan berubah total akibat bencana alam)

Bersambung....
Bagian 3 : Sudut Peta Magnetis, Koordinat dll

No comments:

Post a Comment