Thursday, January 7, 2016

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (Bagian-1)

kata Navigasi berasal dari bahasa yunani NAVIS yang artinya Kapal/perahu dan AGARE=AGASI yang artinya Mengarahkan.



Dari pengertian tersebut, di atas, kita dapat mengetahui bahwa pada awalnya navigasi digunakan hanya pada pelayaran, dengan tujuan untuk mengarahkan perahu agar tepat pada rute perjalanan yang direncanakan.

Setelah mengalami perkembangan demi perkembangan, akhirnya NAVIGASI dapat digunakan untuk di darat bahkan di udara dengan tujuan yang tidak jauh berbeda dari asalnya yaitu menentukan kedudukan dan arah lintasan secara tepat

PETA
Peta adalah Gambaran permukaan fisik bumi yang diproyeksikan pada bidang datar dengan ukuran yang diperkecil dan menggunakan perbandingan skala yang akurat, agar penggunanya mendapat gambaran dan informasi yang tepat mengenai daerah/medan dalam peta tersebut. 

JENIS PETA
PETA GEOGRAFI : 
Peta yang memuat informasi fisik bumi dan dibuat dalam skala kecil ( 1 : 1.500.000 dll) contoh: Atlas


PETA TEKNIK : 
Peta yang memberikan gambaran tentang informasi penting dalam suatu pekerjaan yang sifatnya teknis, seperti Peta Jaringan Rel Kereta Api, Peta Geologi dll


PETA TEMATIK :
Peta yang memuat informasi tentang tema tertentu. Contoh : Peta Lahan Pertanian, Peta Kepadatan Peduduk dll


PETA TOPOGRAFI :
Peta yang digunakan untuk kepentingan navigasi, karena memuat informasi yang lengkap mencakup 4 ciri yaitu : 

  1. Relief permukaan daratan 
  2. Perairan 
  3. Vegetasi 
  4. Hasil Budaya Manusia 


Seperti yang telah diuraikan di atas, maka pembahasan dalam Navigasi Darat akan dipersempit pada pengetahuan tentang peta topografi. 

PROYEKSI PETA 

PETA PROYEKSI LCO (Lambert Conical Orthomorphic) yang diterbitkan oleh tentara sekutu/ AMS (Army Map Service) 

PETA PROYEKSI POLIYEDER yang diterbitkan oleh pemerintah Jawatan Topografi (JANTOP) Hindia Belanda 

PETA PROYEKSI UTM (Univesal Transverse Mercator) yang diterbitkan oleh Bakorsurtanal (badan koordinasi survey tanah nasional) yang juga merupakan revisi dari terbitan AMS

INFORMASI TEPI PETA

SKLALA PETA 
perbandingan antara jarak di peta dengan jarak pada medan sebenarnya dengan Rumus : 
Jarak di peta x Skala = Jarak sebenarnya 

Peta dengan Skala peta 1 : 50.000 artinya 
1 cm di peta sama dengan 50.000 cm pada medan sebenarnya 
atau 500 meter pada medan sebenarnya atau 0,5 Km pada medan sebenarnya 

Jadi seandainya jarak pada peta = 3 cm maka pada medan sebenarnya : 
3 cm x 50.000 cm = 150.000 cm 
= 1.500 meter 
= 1,5 Km 

LEGENDA PETA 
berisi tentang keterangan dari simbol-simbol yang digunakan pada peta tersebut, seperti bangunan, perkampungan , rawa, jalan, sungai, rel kereta api dll. 

KARVAK 
Garis khayal vertikal dan horizontal pada peta yang membagi area dengan luas yang sama yaitu 1km persegi pada medan sebenarnya
Langkah untuk menetukan karvak adalah : 

  • Sebutkan Judul Peta dan Lembar Peta 
  • Sebutkan 2 angka terakhir dari paling kiri dari Absis (X) 
  • Sebutkan 2 angka terakhir dari paling bawah dari ordinat (Y) 


Apabila daerah yang dimaksud lebih dari 2 karvak maka cara penyebutannya : 

  • Nomor Peta, 
  • KV Garis Tegak 52 sampai dengan 54, 
  • Garis Datar 25 sampai dengan 27 

atau 
KV GT 52 s.d 54 
GD 25 s.d 27



INTERVAL CONTOUR
Keterangan yang menyatakan selang jarak antara garis tinggi pertama dengan garis tinggi berikutnya yang terletak di bawah skala batang atau skala bar. 

CONTOUR / KONTUR (Garis Ketinggian)
Kontur (contour) Adalah garis khayal di atas permukaan tanah pada peta dengan bentuk melingkar yang berkelok-kelok dimana saling berhubungan pada ujungnya (tertutup) yang menyatakan titik-titik dengan ketinggian yang sama dengan maksud : Untuk mengtahui ketinggian sutu tempat dari permukaan laut Untuk mengetahui bentuk medan yang sebenarnya dari suatu tempat.

SIFAT KONTUR

  • Kontur yang lebh rendah ketinggiannya akan mengelilingi kontur yang lebih tinggi ketinggiannya 
  • Kontur tidak akan saling berpotongan dan bercabang 
  • Semakin rapat jarak kontur akan semakin terjal medan sebenarnya Kontur yang menjorok ke luar (menjauhi pusat lingkaran) menunjukkan daerah punggungan 
  • Kontur yang menjorok ke dalam (mendekati pusat lingkaran) menunjukkan daerah lembah Kontur pertama sudah mempunyai harga atau nilai 
  • Daerah yang terletak antara dua garis ketinggian yang sama tingginya tetapi terpisah tempatnya disebut dengan PELANA (SADEL)
  • Pelana yang terletak diantara dua gunung besar dinamakan PASS 


PROYEKSI KONTUR
Pengertian sederhana dari kontur adalah aplikasi dari bentuk di alam sebenarnya yang multi dimensi ke dalam satu bidang datar (satu dimensi). Oleh sebab itu, gambar kontur dapat diproyeksikan untuk mengetahui gambaran medan yang akan kita hadapi.

TITIK KETINGGIAN/TITIK TRIANGULASI
titik pasti/mutlak suatu tempat yang digunakan oleh jawatan topografi dalam pengukuran ilmu pasti saat pembuatan peta.

Titik triangulasi ditandai oleh sebuah tiang atau tonggak dengan tulisan dalam bentuk data tentang ketinggian tempat tersebut dihitung dari permukaan laut, sehingga semua orang dapat mengetahui pada ketinggian berapa mereka berada.


Alasan utama titik ketinggian ini dibuat, mengingat tidak menutup kemungkinan pada suatu medan/daerah terlalu sempit untuk digambarkan pada peta, sehingga diperlukan sebuah tanda untuk menentukan ketinggian tempat tersebut. 

TINGGI MUTLAK 
Disebut juga dengan tinggi sebenarnya, yaitu ketinggian yang dihitung dari permukaan laut dengan satuan meter di atas permukaan laut (m dpl) 

TINGGI NISBI 
ketinggian yang dihitung dari permukaan tanah di mana benda itu berada misalnya : tinggi pohon, tinggi bangunan dll

BERSAMBUNG Bag-2 (Ikhtilap dll)

No comments:

Post a Comment